Green Job for Mommies at Home : Daur Ulang Sampah Jadi Kreasi Mainan Anak



Seiring dengan perkembangan teknologi, aktivitas dan kebutuhan manusia menjadi semakin tak terbatas. Hal tersebut berdampak pada semakin banyaknya sampah yang dihasilkan oleh manusia. Di Indonesia, dari keseluruhan sampah yang ada, hanya sekitar 60% yang dapat terangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sedangkan sisanya biasanya dikelola sendiri oleh rumah tangga. Pengelolaan sampah secara mandiri menjadi vital karena termasuk kontribusi kita kepada lingkungan sekitar. Pengelolaan sampah mandiri yang salah ini dapat menyebabkan petaka. Karena kurangnya kesadaran dan minimnya pengetahuan, biasanya kebanyakan sampah-sampah ini berakhir dengan cara dibakar, atau dibuang secara sembarangan entah di lahan kosong atau ke tepi sungai. Tentu saja perilaku seperti ini sangat tidak bijak untuk lingkungan. Padahal, bumi yang kita tinggali sekarang adalah bumi yang sama, yang juga akan ditempati oleh anak cucu kita nanti. Bayangkan jika kapasitas bumi tidak bertambah, namun sampah semakin merajalela. Oh, apa jadinya nasib anak cucu kita nanti.


Sumber gambar : www.liputan6.com


Terkait dengan penanganan masalah sampah inipun, tidak cukup hanya dengan dilakukan sosialisasi dan edukasi mengenai dampak buruk sampah terhadap lingkungan saja. Namun juga diperlukan pendekatan persuasif lain, yaitu dengan memberikan pandangan kepada masyarakat terkait dengan nilai ekonomis yang bisa diperoleh dari sampah. Misalnya saja dengan melakukan bisnis daur ulang sampah menjadi mainan anak. Pendekatan seperti ini menjadi lebih menarik, karena masyarakat dapat langsung melihat dan menikmati hasilnya secara instan dari pengelolaan sampah. Apalagi jika memang millenial mommies hobi crafting, tentu hal ini bisa dicoba dilakukan di rumah. Jadi dalam satu pekerjaan tiga manfaat sekaligus bisa didapat. Pertama, dapat menyalurkan hobby, kedua mendapatkan pundi-pundi dari hasil daur ulang, dan ketiga manfaat bagi kelestarian Bumi.


Sumber gambar : vivajusticia.law.ugm.ac.id


Step pertama yang harus dilakukan adalah dengan melakukan pemilahan sampah. Paling tidak butuh tiga wadah untuk pemisahan sampah : sampah organik, anorganik, dan sampah bahan berbahaya. Nah, untuk sampah-sampah anorganik, seperti plastik, kaleng, bekas botol air minum, kardus, styrofoam dan bubble wrap bisa banget didaur ulang untuk dijadikan mainan anak. Dari hasil karya recycle mommies ini, bisa mommies upload ke social media mommies atau upload foto-fotonya ke market place. Mommies bisa buka pre-order untuk craft/kerajinan mainan anak dari bahan daur ulang. Peminat mainan edukasi dari bahan daur ulang ini juga semakin meningkat loh. Di era sekarang, tidak sedikit orang tua yang tertarik memesan mainan edukasi hasil daur ulang untuk dijadikan souvenir ulang tahun ataupun hadiah untuk sanak saudara karena unik dan lucu untuk di-posting di sosial media. Nah, untuk inspirasi bentuk dan rupa mainannya, mommies bisa berselancar di internet. Berikut, beberapa contoh hasil kreasi mainan anak dari hasil daur ulang sampah bekas kardus, botol, dan toples bekas.


Sumber gambar : www.popmama.com

Sumber gambar : Pinkstripeysocks.com

Sumber gambar : Foodfamilyfinds.com


Gimana mommies? Apakah mommies siap untuk menjadi bagian dari green movement di Indonesia bersama pemerintah dan Koaksi Indonesia? Ayo bergerak bersama melalui peran kita sebagai mommies. Oh iya.. Tahu nggak sih moms, kalau jenis pekerjaan seperti ini, memproduksi mainan anak dari hasil daur ulang sampah juga termasuk ke dalam Green Job loh. Jadi Green Job ini tidak melulu pada pekerjaan yang membutuhkan scientific skill tingkat dewa ya. Banyak sekali pekerjaan yang terlihat seperti bukan Green Job, namun sebenarnya termasuk ke arah sana. Jadi setiap pekerjaan yang mengarah kepada kelestarian lingkungan dan keberlanjutan adalah termasuk Green Job. So, Mommies this kind of Green Job is a very good job and it’s actually very simple also fun to do😊



0 comments

Recent Posts

See All