STOP OVERSHARING UNTUK DIRI SENDIRI DAN ORANG-ORANG TERSAYANG






Adanya PSBB dan PPKM atau sebangsanya akibat pandemi virus corona membuat Hidup kita semakin tidak bisa lepas dari Media Sosial.

Saking Asyik dan Serunya main sosmed, Seringkali kita kelewat bebas /kebablasan berbagi tentang momen/peristiwa tertentu di sosial media (atau yang biasa dikenal dengan Oversharing).

Sehingga, tanpa disadari kita telah membagikan informasi pribadi / hal-hal personal yang seharusnya tidak perlu diketahui orang banyak.

Hal tersebut tentunya bisa menjadi petaka dan merugikan diri kita sendiri.


Apa sih yang sebenarnya tidak boleh dibagikan di sosial media dan apa alasannya?





1. Alamat rumah/sekolah

Pelaku kejahatan dapat menggunakan bekal ini untuk menemukan posisi korbannya. Anak-anak seringkali tidak menyebutkan alamat sekolah tapi seringkali memposting nama sekolah. Sebenarnya itu sama saja T.T


2. Nomor Telepon

Nomor telepon merupakan data berharga untuk pelaku kejahatan siber. Data nomor telepon ini dapat digunakan oleh pelaku untuk mengakses ke akun perbankan online dan akun-akun penting lainnya.


3. Geolokasi terkini

Informasi ini memudahkan seseorang yang berniat jahat untuk mengetahui bahwa rumah sedang kosong, ada anggota keluarga yang sedang sendirian di rumah, ataupun memudahkan seseorang untuk melacak posisi/membuntuti korbannya.


4. Foto/Video pribadi

Beberapa informasi/foto/video ada yang tidak pantas untuk di share/dibagikan di sosial media karena dapat mengundang masalah jika diunggah. Pro-Kontra dari netizen sedikit banyak akan berpengaruh pada kesehatan mental seseorang.


5. Foto-foto barang mewah

Ini bisa menjadi indikator tingkat kemewahan seseorang, bersama dengan informasi mengenai alamat rumah dan geolokasi menjadi ladang emas bagi pencuri yang mencari korban di dunia maya. Jangan sampai ingin terlihat glamor dan berkelas tapi malah berujung jadi mangsa pelaku kriminal.


6. Kartu Indentitas/KTP/SIM/Pasport

Postingan terkait hal ini, dapat menjadikan data kita disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Jangan terlalu enteng mengumbar informasi pribadi di sosial media, Upload kartu Identitas seperti Pasport tanpa sensor membahayakan.


7. Tiket Perjalanan

Di tiket perjalanan tertera informasi waktu perjalanan, dari mana perjalanan dimulai dan diakhiri, hal itu dapat menjadi informasi berharga untuk seseorang yang sedang berniat jahat untuk menemukan keberadaan korbannya.


8. Kartu ATM/Kartu Kredit atau sejenisnya

Di dalam ATM/Kartu Kredit terdapat 4 informasi penting : Nomor kartu, Nama Pemilik, Masa Berlaku Kartu, dan Nomor CVV/CVV2/CVC. Jika keempat informasi tersebut dibagikan tanpa sensor maka saldo bisa dikuras habis oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Jangan sampai bermaksud ingin terlihat keren namun akhirnya malah boncos.


9. Sertifikat Vaksin/Dokumen penting lainnya

Dokumen penting, seperti sertifikat vaksin, mengandung data penting seperti nama lengkap, no.KTP, tempat tanggal lahir. Informasi-informasi tersebut merupakan data pribadi yang tidak perlu diketahui oleh orang banyak karena berpotensi untuk merugikan diri sendiri. Jangan sampai niat biar kekinian, tapi malah rugi sendiri.


10. Slip Gaji/Tumpukan Uang

Memposting foto slip gaji/tumpukkan uang dapat mendatangkan masalah. Hal ini dapat memicu kecemburuan sosial dan mengundang tindak kejahatan. Selain itu, kamu juga bisa menjadi sasaran empuk bagi orang-orang yang suka meminjam uang, namun tanpa ada niatan untuk mengembalikan. Apalagi kalau kamu paling nggak bisa untuk bilang Tidak dan Orangnya Ga Tegaan.


Nah gimana sudah tahu kan bahayanya oversharing tentang hal-hal personal. Yuk Lindungi diri sendiri dan orang-orang tersayang dari Dampak Buruk Oversharing.

0 comments

Recent Posts

See All